Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Telkomsel Telkomsel Telkomsel Telkomsel

Spode Museum Trust

cek disini

 Sarmi – Spode Museum pada tahun 1776 di jantung kawasan industri Stoke-on-Trent, Inggris, Spode bukan hanya sebuah nama dagang—ia adalah simbol inovasi, keanggunan, dan revolusi dalam seni keramik yang mendunia.

Lahir pada tahun 1733, Josiah Spode I tumbuh di tengah geliat awal Revolusi Industri. Setelah belajar dari para pembuat tembikar lokal, ia membuka usaha sendiri di Church Street (kini dikenal sebagai High Street), Stoke. Seperti halnya temannya, Josiah Wedgwood, Spode menetapkan standar tinggi dalam pembuatan tembikar, memprioritaskan keindahan, kualitas, dan ketepatan teknik.

Spode Museum
Spode Museum

Salah satu inovasi paling penting yang dilakukan Josiah Spode I adalah pengembangan teknik cetak transfer di bawah glasir pada sekitar tahun 1784. Teknik ini memungkinkan dekorasi yang rumit dan konsisten pada permukaan keramik—terobosan besar yang membuat produksi massal tetap tampak seperti karya seni.

Baca Juga : Kisah Kebaikan Isa Bajaj dan Raffi Ahmad di Tengah Duka

Namun, pencapaian terbesar Spode tak berhenti pada motif cantik. Ia mencurahkan perhatiannya untuk mengembangkan jenis keramik yang lebih halus dan elegan: porselen. Pada tahun 1796, ia memperkenalkan formula baru yang ia sebut “Stoke China”, yang tak lama kemudian dikenal dengan nama Bone China—karena mengandung tulang sapi yang dikalsinasi. Material ini menghasilkan porselen yang lebih kuat, lebih putih, dan lebih transparan dibandingkan porselen sebelumnya.

Setelah kematiannya yang mendadak pada tahun 1797, tongkat estafet dilanjutkan oleh putranya, Josiah Spode II. Bersama rekannya, William Copeland, Josiah II membawa perusahaan ke puncak kejayaan. Pada awal abad ke-19, Spode menjadi pabrik keramik terbesar di Stoke-on-Trent, dan produknya dianggap sebagai yang terbaik di Inggris.

Ini bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan atas keunggulan kualitas dan inovasi Spode.

Josiah II juga menciptakan Porselen Felspar pada tahun 1822, versi lebih maju dari Bone China.

Warisan Spode tidak hanya hidup dalam museum atau koleksi antik. Di dapur, ruang makan, dan galeri di seluruh dunia, nama Spode masih berbicara: tentang kreativitas, kualitas, dan revolusi yang memadukan seni dengan teknologi. Ia bukan hanya pembuat tembikar—ia adalah pionir yang mengubah wajah industri keramik selamanya.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *