Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Telkomsel Telkomsel Telkomsel Telkomsel

Donald Trump Presiden Kecewa Berat Ogah baikan elon musk

cek disini

Perseteruan Panas antara Elon Musk dan Donald Trump: Dari Keakraban hingga Debat di Media Sosial

Sarmi – Elon Musk, CEO SpaceX dan Tesla, serta Donald Trump, Presiden Amerika Serikat ke-47, kini semakin memanas. Sebelumnya, keduanya dikenal cukup akrab, terutama saat Trump aktif mempromosikan dirinya dalam kampanye sebelum pemilihan presiden AS 2024. Namun, ketegangan antara mereka semakin terasa setelah terlibat debat sengit di media sosial pada Kamis, 5 Juni 2025, yang berlanjut ke percakapan yang lebih panas pada hari berikutnya.

Trump Sebut Elon Musk “Gila”

Donald Trump
Donald Trump

Pada 6 Juni 2025, dalam sebuah wawancara dengan ABC News, Trump melontarkan komentar tajam yang mengejutkan banyak pihak. Ketika ditanya tentang hubungan dirinya dengan Elon Musk, Trump menyebutnya dengan nada mengejek, “Maksudmu pria yang sudah gila?” Umpatan ini menunjukkan betapa hubungan mereka yang dulunya akrab kini semakin tegang.

Baca Juga : Jokowi Minta ASEAN Tangani Masalah Muslim Rohingya di Rakhine State

Trump, yang sebelumnya sering menyebut Musk sebagai salah satu pendukungnya, kini menegaskan bahwa dirinya tidak begitu tertarik untuk berbicara lagi dengan bos Tesla itu. Bahkan, Trump menyebutkan bahwa Musk berusaha menghubunginya untuk berbicara, tetapi ia belum bersedia melakukannya. Kekecewaan Trump terhadap Musk tampaknya lebih dalam dari sekadar marah; menurut beberapa sumber yang dekat dengan Trump, ini adalah masalah kecewa yang mendalam.

Kecewa dan Marah: Keputusan Trump Mengenai Mobil Tesla

Menurut pejabat senior yang dekat dengan Trump, kondisi hubungan mereka kini lebih dari sekadar saling tidak sepaham. Bahkan, ada kabar bahwa Trump sampai mempertimbangkan untuk menjual mobil Tesla merah yang sebelumnya ia beli. Mobil listrik tersebut, yang diparkir di West Executive Avenue, dijadikan simbol dari pertalian masa lalu mereka. Tempat tersebut dikenal sebagai area parkir yang digunakan oleh staf Kantor Eksekutif Presiden AS.

Sumber-sumber terdekat dengan Trump mengungkapkan bahwa ia merasa sangat kecewa dengan sikap Musk yang belakangan ini tak lagi mendukungnya secara terbuka. Namun, keputusan untuk menjual Tesla merah tersebut bisa jadi simbol bahwa hubungan mereka tidak akan bisa kembali seperti semula.

Penasihat Ayah Elon Musk: “Akhiri Perseteruan Ini”

Sementara itu, Errol Musk, ayah dari Elon Musk, mendesak putranya untuk mengakhiri perseteruan dengan Trump. Dalam wawancara dengan Al Arabiya English, Errol mengungkapkan bahwa ia sudah mencoba menghubungi Elon dan mengirimkan pesan agar konflik ini segera diselesaikan. “Saya belum mengobrol langsung dengan Elon, tetapi saya sudah mengirimkan pesan agar dia memastikan bahwa perseteruan ini berakhir,” ungkap Errol.

Errol Musk juga menilai bahwa dalam perseteruan antara Trump dan Elon Musk, Trump kemungkinan besar akan keluar sebagai pemenang. Ia berpendapat bahwa Trump memiliki dukungan mayoritas dari masyarakat AS, yang membuatnya lebih unggul dalam pertarungan ini. Menurutnya, Musk perlu meredakan ketegangan ini jika ingin kembali mendapatkan dukungan publik yang luas.

Dari Sekutu Jadi Musuh?

Kisah perseteruan ini menjadi sorotan karena hubungan awal yang sangat dekat antara Trump dan Musk. Musk, yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia, sempat menjadi pendukung kuat Trump selama kampanye pemilihan presiden 2024. Namun, ketegangan antara keduanya menunjukkan bagaimana politik dan sikap pribadi bisa mengubah hubungan yang semula erat menjadi penuh pertentangan.

Banyak yang bertanya-tanya, apakah perseteruan ini hanya sementara ataukah akan terus berlanjut dan berdampak pada dunia bisnis dan politik Amerika Serikat. Mengingat pengaruh besar Elon Musk di industri teknologi dan Donald Trump di dunia politik, perkembangan lebih lanjut dari perseteruan ini akan menarik untuk disimak.

Elon Musk dan Donald Trump kini berada dalam posisi yang sangat berbeda dari sebelumnya. Dari sekadar sekutu politik dan bisnis, hubungan mereka kini bisa menjadi salah satu cerita paling menarik di kancah politik dan ekonomi Amerika Serikat. Apakah keduanya akan berdamai, ataukah ini akan menjadi permulaan dari sebuah konflik besar yang terus memanas? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *