
Telkom: Menyambut Era Baru dengan Tantangan Kaderisasi dan Pengelolaan
Sarmi – Telkom Menyambut baru-baru ini menjadi sorotan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada bulan Mei lalu. Perusahaan yang dikenal sebagai raksasa telekomunikasi Indonesia ini, dengan kapitalisasi pasar yang mencapai Rp 287 triliun, mengungkapkan beberapa tantangan besar terkait kaderisasi dan pengelolaan internalnya.
Kaderisasi yang Buram dan Tantangan Internal
Salah satu hal yang menjadi sorotan tajam dalam RUPST Telkom adalah ketidakhadiran kebijakan kaderisasi yang solid. Sebagai perusahaan besar yang memiliki peran krusial dalam sektor telekomunikasi Indonesia, seharusnya Telkom memiliki sistem pengelolaan talenta yang matang. Namun, kenyataannya, Telkom harus merespons kekurangan kader internal dengan merekrut eksekutif dari luar, seperti Dian Siswarini yang diangkat menjadi Direktur Utama setelah hampir 10 tahun memimpin XL Axiata.

Keputusan ini tentu membawa tanda tanya, mengingat Telkom seharusnya memiliki banyak talenta internal yang siap untuk dipromosikan ke posisi strategis. Dian Siswarini, meskipun memiliki rekam jejak yang solid sebagai CEO di XL Axiata, merupakan mantan pesaing berat Telkom. Begitu juga dengan Seno Soemadji yang menjabat sebagai Direktur Strategic Portfolio Telkom, yang juga bukan orang baru dalam dunia telekomunikasi. Ia dikenal memiliki pengalaman panjang dalam dunia transformasi teknologi dan digitalisasi.
Baca Juga : Klasemen F1 2019 Usai Bottas Menangi GP Australia
Dian Siswarini: Penggerak Digitalisasi dan Pemberdayaan Perempuan
Selama menjabat di XL Axiata, Dian berhasil membawa perusahaan tersebut meraih keuntungan triliunan rupiah dan memperkuat posisinya dalam industri telekomunikasi.
Di bawah kepemimpinan Dian, XL Axiata juga memajukan pemberdayaan perempuan pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui program Sisternet, Dian dan timnya berhasil membantu para pelaku UMKM wanita untuk lebih memahami dan mengimplementasikan digitalisasi dalam bisnis mereka. Hal ini bukan hanya menciptakan peluang ekonomi baru, tetapi juga membantu memperluas basis pengguna digital di Indonesia.
Seno Soemadji: Akselerasi Bisnis Digital Telkom
Seno Soemadji, yang juga diangkat ke dalam jajaran direksi Telkom, membawa pengalaman dan kredibilitas yang kuat dalam dunia telekomunikasi.
Namun, masalah kaderisasi bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi Telkom. Di balik pencapaian pendapatan yang stabil, yakni mencapai Rp 149,9 triliun pada tahun 2024, masalah pengelolaan yang dianggap kurang memadai menjadi isu yang perlu segera diperbaiki. Meskipun pendapatan Telkom sedikit mengalami kenaikan 0,5 persen dibandingkan tahun 2023, sebagian besar pendapatan tersebut, yakni Rp 113,5 triliun, berasal dari anak perusahaan Telkomsel.
Ke Depan: Memperbaiki Pengelolaan dan Fokus pada Bisnis Digital
Telkom MenyambutTelkom kini menghadapi masa transisi yang penting. Menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan dan kaderisasi, perusahaan perlu memastikan bahwa tidak hanya eksekutif luar yang dapat membawa perubahan positif.
Selain itu, Telkom harus terus fokus pada transformasi digital yang sedang berlangsung, memastikan bahwa perusahaan bisa tetap relevan di tengah persaingan yang semakin kompetitif, baik di tingkat domestik maupun global.
Dengan kepemimpinan Dian Siswarini dan Seno Soemadji, serta tantangan besar dalam internal perusahaan, Telkom memiliki peluang besar untuk kembali memantapkan posisinya sebagai pemimpin pasar.















